Meski judulnya beraroma horor (iya gitu?), boleh percaya atau tidak, itu adalah (semacam) tinjauan buku untuk satu kontes di forum Elex Media Online (EMO). Pada 27 April lalu, tiba kabar bahwa "kisah pocong imut" saya itu termasuk satu dari dua tinjauan yang dipilih sebagai pemenang.[1] Hadiahnya adalah buku senilai maksimal 100 ribu rupiah yang dipilih dari daftar yang diberikan penyelenggara. Di periode perdana ini, ada 100 judul buku yang ditawarkan (semuanya, tentu saja, terbitan EMK).
Pocong Imut Nggak Bikin Takut
Judul: Mastering Chibi Character
Penulis: Bonnie Soeherman, Adhicipta R. Wirawan
Tebal: xii + 121 halaman
Penerbit: Elex Media Komputindo, Jakarta
Cetakan: I, 2009
ID buku: EMK121090564
Imut, lucu, menggemaskan. Begitulah kesan yang muncul ketika suatu karakter digambar dalam gaya chibi. Bahkan karakter antagonis atau makhluk seram semisal monster atau hantu, ketika digambar dengan gaya chibi, bisa memberikan kesan yang sama.
Berawal dari manga dan anime (komik dan animasi Jepang), kini gaya gambar chibi telah merambah komik dan animasi dunia, termasuk Indonesia. Gaya gambar chibi begitu popular dan digemari.
Comical Words (3)
Hozoin In'ei (dalam Vagabond karya Takehiko Inoue):
Kalau kau berniat membalas semua kebaikan yang sudah kau terima selama ini, seumur hidup tak akan pernah cukup, kan?
Shinra Sakaki (dalam C.M.B. karya Motohiro Katou):
Karena yang namanya hal atau benda yang berharga itu kebanyakan hilang sebelum kita menyadari nilainya dan bahkan tidak menyadari kehilangannya.
Jenderal Zhang Liao (dalam New Legenda Naga [Ryuurouden: Chuugen Ryouran Hen] karya Yoshito Yamahara):
Orang cerdas yang sebenarnya adalah orang yang mampu bertahan dalam kesulitan di mana tak ada kedamaian.
Indikator Berkah
Sering kita dengar orang-orang berdoa memohon berkah atau keberkahan atas sesuatu. Lalu, bisakah kita tahu sesuatu (yang kita dapat atau alami atau lakukan) itu berkah?
Inilah (salah satu) indikatornya:
Sesuatu itu berkah jika ia makin mendekatkan kita kepada Allah swt.
Begitulah kira-kira yang saya dengar dari pengajian di masjid yang saya singgahi untuk bersalat Maghrib pada jeda pergantian kendaraan di tengah perjalanan pulang 6 hari lalu.
So, untuk mengecek keberkahan sesuatu, silakan tanyai diri sendiri: Apakah sesuatu itu makin mendekatkan kita kepada Allah swt.? (Silakan ganti ‘sesuatu’ dengan apa pun yang ingin kita cek keberkahannya.)
“Hmmm, apakah posting-an ini berkah?” gumam saya.
Wedsite
Di satu kesempatan chat dengan seorang teman, ia melontarkan ide penyediaan layanan pembuatan weddsite.
Apa? Weddsite? Saya pikir, awalnya, ia salah ketik website menjadi weddsite.
Hampir akan saya konfirmasi, Maksudnya websi..., tapi lalu saya sadar kalau huruf /b/ dan /d/ di kibor (pernah baca di satu majalah, keyboard diserap jadi kata ini) cukup berjauhan; lagipula ia mengetik dua /d/.
Ini bukan salah ketik, pikir saya. Dan itulah memang maksudnya: weddsite, alias wedding site. (Di sini, saya pakai satu /d/ mengacu ke kata dasarnya, wed.)
Subscribe to:
Posts (Atom)

