Pages

Showing posts with label main kata. Show all posts
Showing posts with label main kata. Show all posts

O_O_

No comments:
O_O_
Ketikan ini teridei oleh tema Pesta Blogger 2009 yang saya dapati saat mampir ke situsnya. Ajang 'pesta' para pengeblog tahun ini mengusung tema berpola serupa dengan dua 'istilah' yang pernah saya munculkan di sini. Pola dimaksud adalah "One ... One ..." yang lalu saya singkat jadi O_O_.
Ada yang masih ingat blog NiNH ini dibuat dengan 'semangat' apa? Tidak ada? Hahaha, bagus, bagus. Malah aneh kalau ada yang masih ingat. Oke, sekadar mengingatkan kembali (bagi yang tidak mau ingat, silakan baca ketikan ini sambil tutup otak), blog ini dibuat dengan janji muluk "One Day One Posting," satu istilah 'sumbangan' seorang teman. Yap, inilah O_O_ yang pertama: ODOP. Janji tinggal janji, semangat tinggal semangat, ternyata saya masih belum bisa mengalahkan kemalasan diri.

Pengawankataan

No comments:
Wordle
Robin Wauters menulis di TechCrunch mengenai cara lain memandang Terms of Service (atau Terms of Use) beberapa perusahaan Internet semisal Digg, Facebook, Google, MySpace, Twitter, Yahoo, dan YouTube. "Cara lain" dimaksud berupa visualisasi awan kata (word cloud) yang dibuat dengan Wordle ciptaan Jonathan Feinberg.
Wordle adalah sebuah "mainan" untuk menciptakan awan kata dari teks yang diberikan. Awan kata ini menggambarkan densitas tiap kata. Langkahnya sederhana saja. Cukup sediakan teks yang akan diawankatakan, lebih banyak lebih baik. Bisa dengan langsung mengisikan teks ke area yang tersedia; atau dengan mengisikan URL blog, feed blog, atau sembarang laman situs web yang memiliki feed Atom atau RSS; atau dengan mengisikan user name del.icio.us untuk mengawankatakan tag-tagnya.

Wedsite

No comments:
Di satu kesempatan chat dengan seorang teman, ia melontarkan ide penyediaan layanan pembuatan weddsite.
Apa? Weddsite? Saya pikir, awalnya, ia salah ketik website menjadi weddsite.
Hampir akan saya konfirmasi, Maksudnya websi..., tapi lalu saya sadar kalau huruf /b/ dan /d/ di kibor (pernah baca di satu majalah, keyboard diserap jadi kata ini) cukup berjauhan; lagipula ia mengetik dua /d/.
Ini bukan salah ketik, pikir saya. Dan itulah memang maksudnya: weddsite, alias wedding site. (Di sini, saya pakai satu /d/ mengacu ke kata dasarnya, wed.)

H16: Masih ONOM, Kok!

2 comments:
Tempat: Manzilii, Pisangan, Ciputat
Formasi: 4(2T)+3W
Waktu: 15 menit
Tausiah pasca-Tarawih: SMS dari seorang teman
***
Lewat sms yang terbagi dua (karena kapasitas sms saya yang cuma 160 karakter), mutawasi mengingatkan saya melalui dua ayat:
QS AsySyura 19-20. AllahMahaLembut pd hamba2Nya. Dia mbr rezeki kpd siapa yg Dia kehendaki, & Dia MahaKuat, MahaPerkasa. Brg siapa mhndaki keuntungan di akhirat akn Kami + kuntungan itu bgnya, & brg siapa yg mhndaki kntgn di dunia Kami br kpdnya sbgn drnya (kntgn dunia) ttpi dia tdk akn mdpt bag di akhirat.
Sent:
16-Sept-2008
04:29:30
(Terima kasih buat sang teman yang telah sudi 'mengisi' tausiah pasca-Tarawih saya.)
***
Yah, biarpun tidak di masjid, masih bisa masuk sebagai ONOM, dengan M untuk manzil alias 'tempat tinggal'. Haha....

Tangan di Atas, Tangan di Bawah: Mana Lebih Baik?

No comments:
Ungkapan "tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah" biasa dipahami sebagai "pihak pemberi lebih baik daripada pihak penerima."
Bagaimana kalau seperti ini. Ketika meminta sesuatu (secara langsung), si peminta mengulurkan tangannya dalam posisi telungkup (punggung tangan di atas, pose mencomot). Dengan demikian, si pemberi "terpaksa" memberikan yang diminta dengan pose tangan telentang (tapak tangan di atas). Jadilah posisi tangan si peminta di atas tangan si pemberi.
Nah, kalau ungkapan di atas dipahami maknawiah, yang memberi lebih baik daripada yang menerima, berarti tangan di bawah yang lebih baik.
Kalau demikian, tangan di atas tidak (selalu) lebih baik daripada tangan di bawah. Tangan di atas atau di bawah, yang satu punya peluang yang sama untuk lebih baik daripada yang lain.
Jadi, baik atau buruknya sebuah tangan (memang) tidak bergantung pada posisi!

Kalau Baca Buku Sambil...

2 comments:
Inilah yang (mungkin?) terjadi kalau baca buku sebagai "kerja sambilan":
  • Kalau baca buku sambil BAB*: perut plong, otak ikutan plong.
  • Kalau baca buku sambil BAB: BAB beres, satu bab juga beres.
  • Kalau baca buku sambil makan: perut kenyang, otak kenyang juga.
  • Kalau baca buku sambil makan tahu: tahu dari piring masuk perut, tahu dari buku masuk otak.
  • Kalau baca buku sambil menanak nasi: nasi matang, pikiran pun jadi lebih matang.
  • Kalau baca buku sambil menyapu: kotoran tersapu, ketakpahaman pun tersapu.
  • Kalau baca buku sambil mengisi bak mandi: bak penuh terisi air, otak penuh terisi ilmu.

* buang AIR (karena 'AIR' sudah ditulis besar, jadi tidak perlu ditambahkan 'besar', kan?)

Word of the Month: Bangkit

No comments:
Jika ada pemilihan Word of the Month, mungkin untuk bulan Mei ini pemenangnya adalah 'bangkit' (tentu saja dengan semua turunannya, terutama 'kebangkitan'). 'Bangkit' muncul di mana-mana. Hampir segala dihubungkan dengan 'Kebangkitan' Nasional, dari yang wajar hingga yang dipaksakan. Iklan-iklan di TV, mulai yang murni refleksi (yang mengajak pemirsa untuk merenung) hingga yang berbau kampanye (yang mengajak pemirsa entah untuk apa).
Sayangnya, mulai 24 Mei, dominasi 'bangkit' mulai tersisih oleh yang lain. Sejak pemerintah mengumumkan kenaikan harganya, ia mulai menggeser 'bangkit' dan terus melejit popularitasnya. Ya, apa lagi kalau bukan 'BBM'. Memang kata, atau tepatnya akronim, yang satu ini hampir tak pernah kehilangan kepopulerannya. Sekali ada isu menyangkutnya, terutama kalau berkaitan dengan kenaikan harganya, ia pasti jadi pembicaraan banyak kalangan.

What's the Matter with May and B?

2 comments:
I don't know how May related to B (blogging) for me. But here are some facts:
May 21, 2005: 1st posting to my Friendster's blog.
May 21, 2007: 9th (or last? I hope not) posting to my Friendster's blog. (Hm..., 4.5 posts/year? The same date when I posted the 1st?)
May 2, 2008: 1st posting (huahahaha..., finally) to my Multiply's blog (but then, sadly, pauses).
May 3, 2008: created my (1st) Blogger's blog (i.e. this one) and 1st posting to it.
May 5, 2008: my blog on Blogs Unpad approved/activated.
Is it the month for blogging jin (anybody know the word for 'jin'?) interfere/intervene me? May be. So, it's look like, for me, there is a "May B". May be.

Jalan-jalan, Ikut Nggak?

2 comments:
Kalau yang di atas itu ditanyakan ke teman-yang-sudah-kenal-dekat, pasti jawabannya: "Nggaaak!"
Why? Diajak jalan-jalan koq tidak mau? Apa seperti di lagu Rhoma Irama: "Karena eh karena, merusak pikiran." Merusak pikiran? Tentu saja tidak!
Usut punya usut, ternyata yang saya maksud dengan jalan-jalan itu, ya..., jalan (kaki) alias on foot. Yah, namanya juga jalan2, memangnya apa yang diharapkan? Kalau naik motor berarti 'motor-motor', naik mobil berarti 'mobil-mobil', naik angkot berarti 'angkot-angkot', dan seterusnya (silakan diteruskan sesuai kreativitas dan keluangan-waktu-untuk-sesuatu-yang-tidak-penting anda).
Paling banter jalan-jalan saya naik sandal atau sepatu. Jadi, alih-alih merusak pikiran, yang rusak malah yang lain: sandal atau sepatu. :D Hmmm... pantas saja kalau mereka enggan.

Jalan-jalan: hobi semasa kuliah yang terbawa sampai sekarang.

Seksi Penari

2 comments:
Para siswa/mahasiswa yang sering terlibat di suatu acara/kegiatan, tentu tak asing lagi dengan susunan kepanitiaan, lengkap dengan pembagian seksi2nya. Seksi acara, danus, pubdok, logistik, konsumsi, dst. Nah, akhir2 ini lagi tren nambah 1 seksi dalam kepanitiaan: Seksi Penari. Tugasnya, sesuai namanya, tentu saja, menari.
Seksi penari (ato istilah umumnya sexy dancer) kini marak dipake dalam acara2 semisal launching produk ato gathering. Mulai acara kampus sampe parpol (baca pascaketik di bawah). Para anggota seksi ini menari dengan kostum 'khas' plus koreografi yang 'khas' pula. Konon kehadiran seksi penari bisa lebih memeriahkan acara/kegiatan.
Nah, kalo acara/kegiatan sekolah/kampus/dll. mulai cenderung datar & menjemukan, apakah di susunan kepanitiaan perlu ditambahkan seksi yang satu ini?

Pascaketik:
Pengalaman Santa (salah 1 anggota seksi penari—pengutip), dikutip dari Koran Tempo, Minggu, 4 Mei 2008, hlm. 5:
Pengalaman cukup menggelikan bagi Santa adalah ketika menari di hadapan pejabat dan politikus sebuah partai politik Islam. Meski kerap berpakaian seksi dengan bercelana pendek, demi alasan kesopanan, saat itu mereka terpaksa menggunakan rompi untuk menutupi seluruh badannya. "Untungnya, meski harus meliuk-liukkan badan, reaksi penontonnya tak segila ketika menghibur acara gathering mahasiswa, hehehe...."
Kalo bener, NBMD.