Pages

Warna Dikoreksi, Gambar Makin Seksi

No comments:
Mengupas Rahasia Warna Photoshop
Judul:
Mengupas Rahasia Warna Photoshop
Penulis:
Jubilee Enterprise
Penerbit:
Elex Media Komputindo, Jakarta
Tahun:
2009
Tebal:
viii + 156 halaman
ID buku:
EMK121090622
Tidak puas dengan tampilan gambar (foto) digital, baik hasil jepretan kamera digital atau telepon selular maupun hasil pindaian foto? Tentu para amatir yang kurang menguasai teknik fotografi sering mengalaminya. Gambar terlalu terang atau gelap, kontras yang buruk, warna yang pucat dan tampak hambar, dan sejenisnya. Adakah cara memperbaikinya?
Photoshop jawabannya. Ia menyediakan fitur-fitur hebat bagi perbaikan kualitas gambar. Foto hambar bisa berubah jadi lebih hidup dan memikat melalui, antara lain, koreksi warna.
Buku full-color ini mengupas teknik-teknik perbaikan gambar melalui koreksi warna memakai Photoshop. Bahasan dimulai dengan pengaturan preferensi workspace untuk keperluan koreksi warna, berlanjut dengan ulasan teori warna, koreksi warna, dan fitur-fitur Photoshop yang berkaitan dengan warna. Beberapa fitur yang dipakai untuk koreksi warna antara lain Channels, Histogram, Levels, Info, dan Curves. Bahasan teoretis ini disertai contoh-contoh kasus praktis yang disajikan dalam bentuk tutorial.
Sayangnya, studi-studi kasus yang juga bergaya tutorial di Bab 5 dan 6 minim penjelasan konseptual mengapa harus begini atau begitu yang luput dari bahasan teoretis di empat bab sebelumnya. Hal ini berarti untuk piawai mengoreksi warna tetap saja mesti melalui pengalaman, mencoba berulang kali sampai didapat teknik dengan hasil memuaskan. Buku ini bisa menjadi panduan dasarnya.
Setelah dikuasai, koreksi warna bisa membuat foto berwarna hambar jadi tampil lebih menawan.

deviantART's Portfolio (The Awesome Version)

No comments:
Bertandang ke dA setelah sekian lama, ketemu dengan ini. Aha, portofolio online!
Introduksinya bisa disimak dalam video di atas. Beberapa sampel yang disebutkan dalam artikel asalnya, semuanya keren. Tentu saja, itu karena isinya memang karya-karya keren.
Ingin coba bikin, tapi tak tahu akan diisi apa. Apa yang mau dipamerkan? Entahlah. Mungkin suatu saat, huhuhu....

Pengawankataan

No comments:
Wordle
Robin Wauters menulis di TechCrunch mengenai cara lain memandang Terms of Service (atau Terms of Use) beberapa perusahaan Internet semisal Digg, Facebook, Google, MySpace, Twitter, Yahoo, dan YouTube. "Cara lain" dimaksud berupa visualisasi awan kata (word cloud) yang dibuat dengan Wordle ciptaan Jonathan Feinberg.
Wordle adalah sebuah "mainan" untuk menciptakan awan kata dari teks yang diberikan. Awan kata ini menggambarkan densitas tiap kata. Langkahnya sederhana saja. Cukup sediakan teks yang akan diawankatakan, lebih banyak lebih baik. Bisa dengan langsung mengisikan teks ke area yang tersedia; atau dengan mengisikan URL blog, feed blog, atau sembarang laman situs web yang memiliki feed Atom atau RSS; atau dengan mengisikan user name del.icio.us untuk mengawankatakan tag-tagnya.

Hati-hati, Jangan Sampai Hilang Hati

2 comments:

Judul:
Photoshop for Abusement
Penulis:
Bonnie Soeherman
Penerbit:
Elex Media Komputindo, Jakarta
Tahun:
2008
Tebal:
xvi + 114 halaman
ID buku:
EMK121081280
Jika buku lain umumnya menampilkan sisi baik aplikasi grafis, sebaliknya buku ini mengungkap sisi gelap–nya: kebohongan dan kejahatan grafis.
Photoshop dan aplikasi sejenisnya memang diperuntukkan bagi manipulasi grafis, untuk membuat “kebohongan” grafis. Tapi, jika “kebohongan” itu ditujukan agar diyakini bahwa itu asli, inilah kebohongan sebenarnya. Lalu, jika kebohongan itu dijadikan alat untuk meraup untung dengan merugikan pihak lain, jadilah ia kejahatan.
Penyalahgunaan aplikasi grafis, misal Photoshop seperti dicontohkan di sini, yang bisa dikategorikan sebagai kebohongan dan kejahatan grafis mencakup image grabbing; photo puzzling; image abusement; pemalsuan dokumen dan otorisasi; merek, kemasan, dan produk imitasi; grafis (iklan) palsu; dan plagiarisme. Ini berlaku bagi semua aplikasi grafis, tak cuma Photoshop.
Buku ini “mengajarkan” teknik manipulasi yang biasa dipakai pixel jockey untuk melakukan kebohongan (dan kejahatan) grafis. Bukan mengajak pembaca untuk mempraktikkannya sebagai alat kejahatan, namun agar kita lebih waspada dalam menanggapi produk grafis. Karenanya, dikupas pula teknik analisis untuk menguji keaslian karya grafis dan cara untuk memperkecil peluang penyalahgunaan karya grafis kita.
Karena disalahgunakan, jadi burukkah aplikasi grafis itu? Aplikasi grafis, sebagai alat, baik atau buruknya berpulang kepada penggunaannya. Di sinilah hati (nurani), di samping hukum, berperan sangat penting. Jadi, dalam dunia grafis pun, jangan sampai kehilangan hati.

14/2 ≠ 7/1

1 comment:
book stack
Sekadar mengingatkan, ini bukan ketikan tentang matematika. (Segala angka dan simbol matematis silakan dicerna sesuai konteksnya.) Ini hanya "cerita" tentang hari-beli-buku saya yang, sejauh ini, barangkali Sabtu-Ahad (6-7/6) kemarinlah dua hari berdensitas terbesar: 14 buku per 2 hari, alias 14/2. Tapi 14/2 yang ini tidak sama dengan 7/1.
Hari pertama, Sabtu, berburu buku untuk kado ("proyek kerja sama" dengan seorang rekan) buat seorang kawan yang nikah besoknya. Beberapa judul rekomendasi seorang teman tak satu pun dijumpai. Akhirnya, bermodalkan insting, didapat empat buku (semoga kali ini insting saya bekerja baik): "sepasang" buku My Wife, My Princess dan My Husband, My Prince (GIP, masing-masing karya M. Irfan Hidayatullah dan Ifa Avianty), The Leader in Me (GPU) karangan Stephen R. Covey, dan I Love U, Ayah Bunda (Hikmah) dari Ayah Edy.